Category Archives: Wisata Nusantara

Keajaib Alam Minangkabau

Arsitektur Rumah Gadang (Rumah Adat Minangkabau , sangat menawan namun alamnya sungguh menakjubkan , suatu Keajaiban Alam ciptaan Tuhan yang patut anda kunjungi.

1. Jembatan Akar – Pesisir Selatan

2. Ngarai Sianok – Bukit Tinggi

3. Danau Singkarak – Tanah Datar

4. Gunung Singgalang – Padang Panjang

5. Laut Mentawai – Mentawai

6. Lembah Arau – Limapuluh Kota

7. Danau Maninjau – Agam

8. Danau Kembar – Solok

9. Pantai Air Manih/Batu Malin Kundang – Padang

Wisata Kepulauan Spermonde

Kepulauan Spermonde umumnya berada di wilayah Kota Makassar. Pulau kecil ini  termasuk dalam jajaran gugus pulau-pulau kecil. Untuk menjangkaunya cukup mudah, yang Anda perlukan adalah tiket perjalanan menuju Kota Makassar, dan dari Kota Makassar telah tersedia 3 dermaga penyeberangan yang saling berdekatan, yaitu : dermaga Kayu Bangkoa, dermaga wisata Pulau Kayangan dan dermaga milik POPSA (Persatuan Olahraga Perahu motor dan Ski Air) Makassar. .

Kota Makassar yang terkenal dengan wisata bahari memang menawarkan berjuta pesona keindahan alami, khususnya pantai. Namun, jarang orang yang tahu sebetulnya banyak sekali pulau-pulau kecil yang sangat indah di sekitar Makassar, salah satunya Pulau Samalona.

Pulau Samalona

Cara untuk sampai ke Pulau Samalona cukup mudah Anda hanya perlu menyewa perahu dari penduduk sekitar pantai Losari Makassar yang biasanya berprofesi sebagai nelayan atau jasa penyewaan perahu. Harga perahu mulai dari 300 sampai 600 ribu rupiah, pulang pergi untuk 10 orang. Namun, ingat jangan lupa tawar-menawar dengan pemilik perahu.

Waktu tempuh untuk sampai ke Pulau Samalona dari Pantai Losari sekitar setengah jam. Sepanjang perjalanan, Anda dapat menikmati hamparan laut biru terbentang luas seakan tak ada batasnya. Anda juga bisa melihat perahu-perahu nelayan yang sedang menangkap ikan.

Ketika tiba di Pulau Samalona, Anda akan disuguhi pemandangan hamparan luas pasir putih pantai, udara sejuk nan bebas polusi, dan pemandangan alam yang masih alami. Bayangkan, air laut yang begitu bening membuat Anda tidak pernah kesulitan untuk melihat indahnya biota laut di dalam sana.

Pulau kecil ini hanya berpenghuni sekitar 16 kepala keluarga dan luasnya tidak lebih dari 100 meter persegi. Serasa memiliki pulau pribadi, bukan? Anda pun bisa menyewa baruga (rumah singgah) yang hanya sekitar 250 ribu rupiah per harinya.

Anda juga bisa menunggu keindahan matahari terbenam di pesisir pantai sambil mengitari pulau kecil itu. Rasakan lembutnya butiran-butiran pasir putih di telapak kaki sambil sesekali memungut kerang yang terseret ombak. Belum lagi kegiatan voli pantai dan sepak bola di pasir tentu seru dan mengasyikkan.

Dini hari Anda Dapat menikmati  indahnya matahari terbit di Pulau Samalona. Sungguh panorama yang begitu sulit untuk dilupakan.

Berenang di laut. Beningnya air laut dan perairan yang dangkal membuat Anda aman untuk berenang , dengan menggunakan kacamata selam dan alat bantu pernapasan a,Anda bisa bersnorkle ria, menyapa ikan-ikan kecil yang beraneka warna dengan terumbu karang yang masih terjaga keasliannya. Jika beruntung, Anda akan menemukan kuda laut yang cantik dan bintang laut yang indah di sana.

Pulau Bonetambung

Pulau ini berbentuk bulat, dengan luas 5 Ha, atau berjarak 18 km dari Makassar. Posisinya berada di sebelah timur P. Langkai. Perairan sebelah utara dan timur merupakan alur pelayaran pelabuhan, dengan kedalaman lebih dari 40 meter (± 900 meter dari pantai), perairan sebelah barat terdapat rataan terumbu karang, pada bagian luar sekitas 1 km terdapat kedalaman besar dari 20 m, dan pada sebelah baratdaya sekitar 1 km terdapat daerah yang sangat dangkal dengan kedalaman kurang dari 5 meter. Belum tersedia transporatasi reguler ke pulau ini, dapat menggunakan perahu carteran (sekoci) 40 PK dengan biaya sebesar Rp. 600.000,- (pergi-pulang).

Pemukiman penduduk tersebar merata di pulau ini, dengan jumlah 481 jiwa. Vegetasi umum dijumpai adalah pohon kelapa. Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat, adalah upacara Lahir bathin yakni mensucikan diri sebelum masuk bulan Ramadhan, Upacara Songkabala yakni upacara untuk menolak bala yang akan datang, dan upacara Pa’rappo yakni upacara ritual yang dilaksanakan oleh para nelayan sebelum turun ke laut, serta upacara karangan yakni upacara ritual yang dilakukan oleh para nelayan ketika pulang melaut dengan memperoleh hasil yang berlimpah.

Kondisi ekonomi masyarakat relatif baik dimana mata pencaharian utamanya adalah sebagai nelayan (90%) khususnya nelayan ikan kerapu Untuk mendukung sarana transportasi laut dipulau ini, telah dibangun dermaga pada sisi selatan pulau, selain fasilitas dermaga, terdapat 1 buah sekolah dasar (SD) dan 1 buah Puskesamas pembantu dengan tenaga medis 1 orang mantri, 1 orang suster dan 1 orang dukun, sanitasi lingkungan di pulau ini belum tersedia.

Kita juga dapat menjumpai sebuah masjid hasil swadaya masyarakat dan fasilitas olahraga yakni lapangan bola dan volley. Sebuah instalasi lidtrik dengan generator yang beroperasi pada pukul 18.00 – 22.00 wita melengkapi fasilitasv di pulau ini. Kepiting, crustasea, molusca, cacing pasir, kerang-kerangan, bintang laut, bulu babi, beberapa jenis ikan, seperti ; cumi-cumi, baronang, papakulu (ayam-ayam), mairo (teri), katamba, dan banyar merupakan biota yang umumnya dijumpai diperairan pulau ini. Sejumlah terumbu karang telah rusak, namun masih dapat dijumpai panorama bawah laut yang masih asri untuk lokasi snorkling. Disamping itu, upacara ritual masyarakatnya dapat menjadi atraksi wisata budaya bagi wisatawan.

Pulau Lumu-Lumu

Pulau Lumu-lumu berjarak 28 km dari kota Makassar, termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Posisi pulau ini berada di sebelah timur P. Lanjukang, dan merupakan pulau terdekat dari tiga pulau terluar Makassar. Untuk menuju pulau ini, belum tersedia transportasi reguler, hanya tersedia perahu carteran (sekoci) 40 PK dengan biaya Rp. 600.000,- (pergi-pulang).

Pulau Lumu-Lumu

Pulau ini berbentuk bulat, memanjang barat laut-tenggara. Sebaran terumbu karang yang mengelilingi pulau ini dengan kedalaman kurang dari 1 m, dan sebagian besar berubah menjadi daratan pada kondisi surut minimum. Perairan sebelah timur dan utara, merupakan alur pelayaran dengan kedalaman besar 30m, sedangkan perairan sebelah selatan sekitar 2 km dari pulau merupakan daerah gosong dengan kedalaman 5 m, kedalaman perairan antara gosong dan perairan sebelah barat P. Lumu-lumu hingga mencapai besar dari 30 m.

Walaupun luas pulau ini hanya 3,75 ha, atau hampir setengah dari luas P. Lanjukang, namun jumlah penduduknya mencapai 984 jiwa atau 30 kali dari P. Lanjukang. Pulau ini merupakan pulau terpadat penduduknya dengan tingkat kepadatan 262 jiwa setiap ha dan tersebar merata di seluruh pulau. Tidak banyak pohon dijumpai di pulau ini. Pohon yang terdapat di pulau ini: pohon kelapa, pohon kayu cina yang menempati sisi utara, barat dan selatan.

Jumlah masyarakat sejahteranya mencapai 90%, dengan mata pencarian utamanya sebagian nelayan, yang hanya menangkap ikan yang memiliki nilai jual tinggi seperti ikan sunu (grouper) dan ikan karang lainnya. Tingkat kesejahteraan masyarakat pulau ini juga tercermin dari peralatan tangkap yang digunakan sudah lebih maju dibanding nelayan tradisional, dengan menggunakan jaring insang (gill net).

Sebuah dermaga kayu terletak pada sisi timur untuk menunjang aktifitas keluar masuknya perahu. Terdapat sebuah masjid permanen, sebuah Sekolah Dasar dan sebuah puskesmas pembantu dengan satu orang suster, pos yandu 1 buah dan dukun beranak sebanyak 2 orang. Banyak dijumpai sumur dengan air payau dan hanya digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi, sementara rumah penduduk belum banyak dilengkapi dengan jamban. Instalasi listrik dari PLN dengan 2 buah generator yang beroperasi antara pukul 18.00 – 22.00 Wita, dan tersedia fasilitas telekomunikasi.

Biota yang terdapat di pesisir pulau, adalah: padang lamun, rumput laut, kepiting, keong laut, cacing pasir, teripang, sedangkan diperairan sekitar pulau.terdapat beberapa jenis ikan, karang lunak, karang keras, dan padang lamun.

Pulau Barrang Lompo

Pulau Barrang Lompo termasuk wilayah Kecamatan Ujung Tanah, dan berada di sebelah utara P. Barrang Caddi, dan berjarak 13 km dari Makassar. Pulaunya berbentuk bulat, dengn luas 19 Ha. Vegetasi yang umum tumbuh di pulau ini adalah pohon asam, pohon pisang dan pohon sukun, sedangkan pohon kelapa hanya dijumpai disisi timur dan barat pulau ini.

Pulau Barrang Lompo

Konsentrasi pemukiman penduduk berada pada sisi Timur, Selatan, dan Barat dengan jumlah penduduk mencapai 3.563 jiwa dari 800 KK. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan, dilengkapi kurang lebih 50 kapal kayu motor dan sekoci. Kondisi ekonomi masyarakatnya relatif sejahtera.

Fasilitas umum di pulau ini cukup maju dibanding pulau lainnya, tersedia transportasi reguler dari dan ke Makassar dengan kapal motor, biayanya Rp. 6.000,- per orang sekali jalan, sanitasi yang cukup baik, fasilitas pendidikan : 1 buah Taman Kanak-kanak (TK), dan 2 buah Sekolah Dasar. Pulau ini dilengkapi juga dengan fasilitas kessehatan berupa 1 buah Puskesmas dan sebuah lagi puskesmas pembantu dengan tenaga medis yang terdiri dari 1 orang dokter, 1 orang perawat, 1 orang mantri, dan 1 orang bidan. Instalasi listrik dengan 2 generator yang berkapasitas 360 KVA yang beroperasi pada pukul 18.00 – 06.00 WITA. Jalan-jalan utama dibuat dari paving blok. Fasilitas air yang baik dan memiliki 2 buah dermaga (tradisional dan semi permanen), dan di pulau ini terdapat “Marine Field Stasiun Universitas Hasanuddin”.

Tradisi masyarakat yang masih dijumpai di pulau ini adalah upacara Lahir Bathin yakni mensucikan diri sebelum masuk bulan Ramadhan, upacara Songkabala yakni upacara untuk menolak bala yang akan datang, upacara Pa’rappo yakni upacara ritual yang dilaksanakan oleh para nelayan sebelum turun ke laut, dan upacara Karangan yakni upacara ritual yang dilakukan oleh para nelayan ketika pulang melaut dengan memperoleh hasil yang berlimpah.

Selain makam-makam tua dari abad ke XIX yang terdapat di pulau ini sebagai obyek wisata budaya yang menarik dikunjungi, juga kios tempat pembuatan cindera mata dari kerang laut, berada tepat didepan dermaga utama. Pada beberapa spot di perairan pulau ini, kehidupan karang dan ikan karang umumnya masih baik, walaupun ada sebagian karangnya sudah ikut hancur akibat eksploitasi yang tidak ramah lingkungan.

Pulau Kodingareng Keke

Pulau ini terletak disebelah utara Pulau Kodingareng Lompo, dan berjarak 14 km dari Makassar. Bentuk pulaunya memanjang timurlaut – baratdlaya, dengan luas ± 1 Ha. Pada sisi selatan pulau, pantainya tersusun oleh pecahan karang yang berukuran pasir hingga kerikilan, sedangkan pada sisi utara tersusun oleh pasir putih yang berukuran sedang-halus dan bentuknya berubah mengikuti musim barat dan timur. Tidak tersedia transportasi reguler menuju pulau ini, namun dapat menngunakan perahu motor carteran (sekoci), 40 PK dengan biaya Rp. 500.000,- (pergi-pulang)

Pulau Kodingareng Keke

Tidak tercatat adanya penduduk di pulau ini, namun dalam 7 tahun terakhir ini terdapat beberapa bangunan peristirahatan semi permanen bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Bangunan dikelola oleh seorang warga negara Belanda, dan telah menanam kembali beberapa pohon pinus. Namun belakangan bangunan tersebut hancur terkena badai dan tinggal puing²nya saja. Pada sisi barat terdapat dataran penghalang yang terbentuk akibat proses sedimentasi yang tersusun atas material pecahan koral. Ada pasang terendah, terdapat dataran yang cukup luas dibagian barat pantai. Perairan sebelah baratlaut merupakan daerah yang cukup luas dengan kedalaman kecil dari 5 meter hingga mencapai 2,5 km dari garis pantai, sedangkan di perairan sebelah timur dan selatan merupakan alur pelayaran masuk dan keluar dari pelabuhan samudera Makassar.

Perairan di sekitar pulau ini merupakan tempat yang ideal bagi mereka yang menyenangi snorkeling. Kondisi terumbu karangnya umumnya terjaga dengan baik, dengan ikan-ikan karangnya yang cantik membuat panorama bawah lautnya semakin asri. Bagi anda yang tidak menggemari snorkling/diving, dapat anda menikmati hamparan pasir putihnya.

Pulau Kapoposan – Pangkep
Bisa jadi salah satu pulau terindah. Pasir putih dan biota lautnya sangat menakjubkan.
MASYARAKATNYA terbuka kepada siapa saja. Syarat untuk masuk ke pulau ini juga tidak sulit. Cukup bersedia tidak merusak lingkungan dan jangan merugikan masyarakat.

Secara administrasi, Pulau Kapoposan memang tercatat dalam wilayah Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring. Wilayah ini merupakan salah satu dari empat kecamatan yang dimiliki Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang wilayahnya berada di pulau. Selain Liukang Tupabbiring, kecamatan lain yang wilayahnya juga berada di kepulauan, yakni Liukang Tupabbiring Utara, Liukang Kalmas, dan Liukang Tangaya.

Warga Pulau Kapoposan sangat ramah kepada setiap pendatang. Jangan heran jika Anda mencoba menelusuri jalan-jalan di pulau itu, setiap warga yang ditemui atau sedang berada di teras rumahnya, akan menyapa dan mengajak mampir.

Jalan-jalan di pagi hari mengelilingi pulau memang menjadi salah satu pilihan menarik. Kicauan burung-burung serta indahnya mentari pagi bisa disaksikan di bibir pantai. Sejuknya udara pagi di hutan-hutan mini pulau ini menambah lengkap perjalanan refreshing Anda. Memang, di Pulau Kapoposan, masih terdapat areal hutan yang belum terjamah. Hutan itu menjadi keindahan tersendiri bagi pulau.

Di hutan inilah sebagian peneliti dari kalangan pelancong ditemukan sejenis burung yang konon hanya ada di Pulau Kapoposan. Namun bagi warga setempat, burung itu dianggap biasa-biasa saja. Pelancong yang kerap ke sana menyebutnya Burung Konde karena memiliki jambul di bagian kepala mirip konde. Burung tersebut mirip Burung Maleo di Sulawesi Utara, namun jambul dan bulunya berbeda.

Namun tidak disadari bahwa burung inilah yang dapat menarik wisatawan ke  Kapoposan . Itu salah satu kekayaan yang dimiliki Pulau Kapoposan. .

Topografi Pulau Kapoposan memang sangat mendukung untuk wisata bawah laut. Makanya olahraga diving atau menyelam sangat cocok di pulau ini. Konstruksi laut yang landai dipenuhi terumbu karang indah. Di bawah pulau ini terdapat beberapa gua yang bisa menambah daya tarik bagi pecinta petualangan bawah laut. Bagi yang suka olahraga berburu ikan dengan panah juga cocok di pulau ini.

Terumbu karangnya sangat bagus dan berwarna-warni. Biar pun tidak menyelam sampai ke dasar laut, terumbu karangnya sudah bisa dilihat.

Bagi Anda yang ingin berwisata ke pulau ini, bisa ke sana saat cuaca bagus. Maklum, kondisi geografis pulau ini yang berbatasan langsung dengan laut lepas, sehingga ombak relatif tinggi terutama di musim hujan. Perjalanan ke sana, khususnya dari Makassar dan Pangkajene bisa ditempuh selama tiga hingga lima jam, tergantung jenis perahu yang digunakan.

Untuk tempat menginap, saat ini terdapat bungalow atau sejenis penginapan milik Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pangkep yang bisa disewa. Penginapan lainnya saat ini sedang dibangun .

Pulau Lanjukang,

Pulau Lanjukang, atau disebut juga Pulau Lanyukang, atau Pulau Laccukang, merupakan pulau terluar yang berjarak 40 km dari kota Makassar, termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Untuk menuju pulau ini dari kota Makassar, belum ada transportasi reguler, namun bagi wisatawan dapat menggunakan perahu carteran (sekoci) dengan mesin 40 PK untuk 10 penumpang dengan biaya sewa Rp. 1.OOO.OOO,- (pulang-pergi) .

Bentuk pulau ini memanjang baratdaya – timurlaut, dengan luas mencapai lebih 6 ha, dengan rataan terumbu yang mengelilingi seluas 11 ha. Pada timur merupakan daerah yang terbuka dan terdapat dataran yang menjorok keluar (spit). Sedangkan di sisl barat bagian tengah, terdapat mercusuar. Vegetasi di pulau ini cukup padat, dengan sebaran pohon merata, didominasi oleh pohon pinus dan pohon kelapa serta pohon pisang dibagian tengah pulau.

Sarana umum yang tersedia masih relatif sangat terbatas. Fasilitas pendidikan dan kesehatan belum tersedia. Instalasi listrik dengan 2 buah generator hanya beroperasi antara pukul 17.30 – 21 .00 Wita. Terdapat sebuah sumur air payau di bagian tengah pulau untuk kebutuhan sehari-hari. Kita juga dapat menjumpai 2 buah warung kecil dengan barang dagangan yang sangat terbatas. Selain itu terdapat sebuah mushallah semi permanen. Pemukiman penduduk terkonsentrasi di sisi utara pulau yang relatif lebih aman pada musim timur dan barat.

Resort Pulau Lanjukang

Pulau ini belum dilengkapi dengan fasilitas dermaga kapal. Disisi bagian barat, pada surut terendah terdapat rataan terumbu karang yang mencapai jarak 1 km dan pada jarak 2 km terdapat daerah yang mempunyai kedalam yang curam hingga lebih 100 m. Wilayah perairan disisi selatan, timur, dan utara pulau ini merupakan alur pelayaran kapal.

Fasilitas resort sudah tersedia berupa 2 buah bangunan rumah batu semi permanen sebagai guest house bagi wisatawan ke pulau ini. Walaupun fasilitas sangat terbatas, bagi mereka yang menyenangi suasana alami, pulau ini ini salah satu tempat yang ideal bagi mereka yang ingin melakukan camping atau sekedar berjemur di pantai pasir putih yang indah dan bersih, atau bagi mereka yang gemar bersnorkling disekitar perairan pulau ini, panorama taman laut dan keanekaragaman biotanya dengan laut yang bersih menjadi daya tarik tersendiri.

Kondisi terumbu karang di sekitar pulau umumnya masih baik dan sangat menarik untuk kegiatan snorkling. Kita dapat menjumpai berbagai jenis spesies karang, karang lunak, ikan karang, dan ikan hias, serta biota lautnya. Umumnya, pulau ini dimanfaatkan oleh wisatawan pemancing sebagai tempat transit, sebelum meneruskan ke perairan Pulau Taka Bakang dan Pulau Marsende (wilayah perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan) untuk kegiatan “sport fishing”.

Mangrove di Tanah Keke – Takalar

Tanah Keke merupakan Pulau yang sangat besa, Pulau ini merupakan pulau yang terdiri dari daratan dan rawa-rawa, pulau ini masih memiliki banyak hutan mangrove yang luas dan padat. Penduduk di pulau ini memanfaatkan mangrove sebagai kayu bakar n kulit batang mangrove di jadikan timbunan.
Pulau ini bisa dikatakan kekayaan alamnya masih terjaga, terumbu karang dan mangrovenya. di pulau ini jg bisa ditemukan penyu sisik, Dugong dan kuda laut (Seahorse).

Di Pulau ini memiliki beberapa jenis mangrove, seperti Rhizophora, Soneratia, Ceriops dan Mangrove Jenis Lainnya. Di Pulau ini yang paling mendominasi adalah Jenis Mangrove Rhizophora dari Spesies Rhizophora stylosa, hampir 70% mangrove jenis ini yang mendominasi dari keseluruhan mangrove yang ada di Pulau ini.

Gambar dan Jenis Mangrove
1. Rhizophora stylosa

Lihat juga strategi-pengembangan-dan-promosi-wisata-sulawesi-selatan

Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan

 

Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan ,adalah satu diantara provinsi di Indonesia, yang terletak di Kawasan Indonesia Bagian Timur, tepatnya dibagian selatan Sulawesi. Ibu kotanya Makassar, yang dahulu disebut Ujungpandang.

Sulawesi Selatan juga sangat dikenal dengan keaneka-ragaman Suku Bangsa antara lain suku : Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Duri, Pattae, dan Konjo serta berbagai bahasa daerah. Bahasa yang umum digunakan adalah Makassar, Bugis, Luwu, Toraja, Mandar, Duri, Konjo, dan Pattae

Walaupun telah ditetapkan 5 kabupaten kota sebagai “Visit South Sulawesi 2012″ yaitu Makassar, Maros, Bulukumba, Wajo dan Tana Toraja, yang sedikitnya 12 kegiatan pariwisata internasional yang akan digelar pada tahun 2012 , namun Sulawesi Selatan mempunyai banyak sekali obyek wisata antara lain Wisata Alam dan bahari, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja .
Dari sekian banyak Obyek wisata Sulawesi Selatan yang sangat terkenal yaitu Wisata Budaya Tana Toraja di Tana Toraja dan Wisata Minat Khusus “Pembuatan Perahu Pinisi ” yang sangat terkenal , melegenda dan satu-satunya di Dunia berada di Kabupaten Bulukumba , serta Destinasi Wisata Kota Kosmopolitan terlengkap di Makassar yang juga dikenal dengan Kota Angin Mamiri.

Wisata Budaya Tana Toraja

icon tana torajaTana Toraja merupakan objek wisata sulawesi selatan yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Merupakan warisan budaya dunia, ribuan tahun yang lalu dan masih dipertahankan sampai sekarang.
Tersebar rumah adat Tongkonan, merupakan icon wisata Tana Toraja, Saat ini masih ditemukan rumah adat yang diperkirakan telah berumur 700 tahun, disebut Tongkonan Tumakke Papa Batu, atapnya terbuat dari batu dan masih berdiri kokohnya. disamping itu terdapat Pekuburan Kuno berusia beribu tahun, pekuburan di Tebing gunung batu, di dalam Gua maupun pekuburan bayi di Pohon, serta Upacara Adat Pemakaman yang sangat khas dan hanya ada di Tana Toraja.

Pembuatan Perahu Pinisi.
Suku Bugis Makassar adalah salah satu pewaris bangsa bahari. Banyak bukti yang menunjukkan kepiawaian mereka menguasai laut dengan perahu layar. Perantauan mereka sudah terkenal sejak beberapa abad lalu. Ditemukannya komunitas orang-orang Bugis Makassar di beberapa kota di Indonesia merupakan bukti perantauan mereka sejak dahulu. Mereka tidak hanya menguasai perairan wilayah nusantara, tetapi sejak beberapa abad lalu juga melanglang buana jauh melampaui batas-batas negara. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa sejak dulu pelaut Bugis Makassar telah sampai di Semenanjung Malaka, Singapura, Philipina, Australia Utara, Madagaskar dan sebagainya dengan menggunakan perahu Pinisi. Hingga saat ini, Kabupaten Bulukumba masih dikenal sebagai produsen Perahu Pinisi, dimana para pengrajinnya tetap mempertahankan tradisi dalam pembuatan perahu tersebut, terutama di Keluharan Tana Beru

Makassar , Wisata Kota Kosmopolitan, dikenal juga dengan julukan kota Angin Mammiri adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan . Sebagai Kota Wisata , memiliki banyak obyek wisata yang sangat menarik , pulau-pulau eksotis , pantai yang indah, kesenian yang atraktif, kuliner dengan makanan khas (Coto Makassar , SopKonro, Mi Titi), Sejarah Benteng Ujung Pandang serta Wisata Hiburan “Trans Studio Theme Park yang terbesar di Dunia .
Keungggulan Makassar- sebagai kota wisata karena merupakan pintu gerbang wisata lainnya di Sulawesi, seperti Wisata Budaya Tana Toraja, Wisata Taman Laut Bunaken(Sulut), dan Wisata Taman Nasional Wakatobi dan Wisata situs sejarah Benteng Sultan Buton (Sultra) serta Wisata Taman Nasional Lore Lindu (Sulteng).

Sebagai Pintu gerbang Destinasi Pariwisata di Kawasan Indonesia bagian Timur khususnya di Sulawesi, Makassar dilengkapi fasilitas pariwisata bertaraf internasional seperti Bandara Sultan Hasanuddin (termasuk kebijakan Penerbangan ASEAN Open Sky 2015) , Pelabuhan Laut Soekarno Hatta, Terminal Bus Antar Kabupaten/Kota dan Provinsi serta Hunian sampai hotel berbintang 5.
Hampir semua Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan yang berjumlah 24 Kabupaten/ Kota mempunyai Destinasi Pariwisata yang dapat diandalkan baik dari sudut pandang pesona panoramanya yang asri maupun sejarah, latar belakang budaya dan aspek Hiburannya. Walaupun hampir semuanya dapat dijangkau dengan kendaraan laut untuk Wisata bahari di pulau-pulau (sekitar kepulauan spermonde) atau kendaraan darat (roda empat ) pribadi/ rental dimasing2 kabupaten. Hanya saja beberapa prasaranan transport seperti sarana jalan masih kurang memadai dibeberapa tempat.

Walaupun demikian tujuan Wisata dapat dicapai secara optimal dengan cara sebagai berikut

Pengaturan jadual dan jalur wisata yang dikemas dalam satu paket, misalnya :

1 Paket Jalur selatan mencakup petualangan didaerah gersang (Takalar) atau wisata baharinya di Tana Keke, pantai Penggaraman (Jeneponto), Wisata Pantai Pajukukang dengan Petani Rumput laut-nya ( Bantaeng) , Pembuatan Perahu Pinisi , wisata pantai Tanjung bira (Bulukumba) dan taman Nasional .Takabonerate (selayar), Pantai Ujung Kupang, Air terjun 7 tingkat dan Batu Gojeng (Sinjai), Hotel Tanjung Palette dan Gua Purbakalanya (Bone) dan kembali melalui jalur Wisata Wajo dengan danau tempenya dan pembuatan Sarung tenun sutra Sengkang dan Pengembangan Ulat sutranya dilanjutkan ke Wisata kota Kalong dan permandian alamnya (Soppeng), serta ke Wisata Panorama Alam dan Pegunungan , melihat kehidupan kelompok monyet (Cabbenge), Wisata Alam Bantimurung , tebaran Gua purbakala Leang-leang (Maros) – sampai ke Makassar

2. Paket Jalur Utara melalui Maros , Pangkajene kepulauan (Matampa) , Kabupaten Barru (Wisata Pantai Maluse-Tasi), Pare-pare (salah-satu Pelabuhan destinasi Wisata internasional yang menggunakan Kapal Cruise )., Enrekang dengan Gua dan panorama Gunung Buttukabobong-nya yang sangat khas dan mempesona, Tana Toraja dengan wisata Budaya aset dunia dan panoramanya.

3. Semua paket wisata disertai Wisata Kota Makassar “Angin Mamiri” dan sekitarnya termasuk Wisata Bahari di Selat Makassar (Kepulauan Spermonde)

Mengembangkan kualitas maupun kuantitas obyek wisata yang telah ada,  seperti Obyek wisata budaya Tana Toraja yang selama ini dikenal dunia ditambahkan obyek wisata baru “Wisata Alam dan Argo Wisata ” dikawasan Pangopango